Gawat! Keamanan Siber Indonesia Semakin Darurat

img

Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Djoko Setiadi mengatakan di era digital saat ini, dunia siber Indonesia dalam keadaan darurat.

 

"Jadi penyerangan siber yang sering masuk ke Indonesia dalam bentuk malware menjadi masif. Hal itu sering terjadi jika pengguna internet masih suka menggunakam software bajakan," terang Djoko dalan Talkshow Akhir Pekan Terhangat "Darurat Ancaman Siber", di Menteng, Jakarta, Sabtu (9/2/2019)

 

Dikatakan darurat, karena diprediksi akan semakin banyak ancaman siber yang muncul. Apalagi memasuki tahun politik 2019, ancaman serangan siber diperkirakan akan lebih dahsyat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

 

"Adapun pola dan teknik yang digunakan peretas untuk merusak dan menebar ancaman serangan siber juga semakin beragam," tuturnya.

 

Dengan demikian, kemungkinan kerugian dari ancaman serangan siber pada 2019 juga menjadi lebih besar. Oleh karena itu, penerapan teknologi keamanan siber pun sudah sangat mendesak.

 

Selain itu, menurut Charles Lim, Pengamat Keamanan Siber mengatakan jika Indonesia jauh tertinggal dengan Singapura dalam hal keamanan siber.

 

"Singapura yang luas wilayahnya sekecil itu sudah punya 6 ribu sensor keamanan siber. Sedangkan Indonesia baru memiliki sekitar 21 saja," ujarnya. 

 

Sumber: Indopos