Pengamat Sebut Konten Kimi Hime Strategi Bidik 'Abdi Viewer'

img

 

Ketua Lembaga Riset Keamanan Siber dan Komunikasi CISSReC Pratama Persadha mengatakan konten YouTube Kimi Hime yang dianggap terlalu vulgar tak lain untuk membuat 'abdi viewer' melihat nilai jual berbeda dari sosok YouTuber.

 

Strategi ini menurut Pratama merupakan upaya untuk menggaet warganet yang menggunakan platform tertentu.

 

Merujuk data dari eMarketer pada Maret 2019 setidaknya ada 500 ribu influencer di platform Instagram. Pratama mengatakan influencer di Facebook dan YouTube jumlahnya tidak kalah banyak.

 

Untuk itu Pratama mengatakan pembuat konten perlu strategi tersendiri demi menggaet warganet menyaksikan konten di akun atau saluran mereka.

 

"Dengan jumlah sebanyak itu para konten kreator juga memerlukan pendekatan khusus untuk menarik perhatian dan berlangganan menonton konten mereka," ungkap Pratama ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (30/7).

 

Menurut Pratama, Kimi Hime menjadi pilihan warganet lewat strategi pemilihan busana dan gimik. Ditambah judul video clickbait ala Kimi Hime.

 

"YouTuber Kimi Hime yang dikenal sering mengunggah video bermain game. Di kalangan warganet Kimi Hime juga dikenal sebagai sosok yang seksi karena pilihan pakaiannya saat tampil di kamera," katanya.

 

Padahal menurut Pratama strategi yang diusung Kimi Hime tidak sesuai dengan adat ketimuran di Indonesia. Konten-konten buatan Kimi dianggap terlalu vulgar apabila disandingkan dengan adat ketimuran.

 

"Yang menjadi kekhawatiran terkait konten Kimi Hime pastinya soal busana, yang ditonjolkan untuk memikat perhatian. Secara norma ketimuran pasti mengundang kontroversi," ucapnya.

 

Untuk itu ia mengaku mengapresiasi cara Kementerian Komunikasi dan Informatika menegur Kimi Hime. Ia menilai prosedur yang ditempuh Kominfo dengan melakukan pemanggilan sudah sesuai, karena tidak asal blokir.

 

"Kominfo sebagai regulator memang sudah selayaknya menjaga ekosistem yang ada di dunia komunikasi dan informasi Indonesia. Di mana salah satunya adalah berupaya menekan laju masuknya informasi negatif, termasuk pornografi," ungkapnya.

 

Sumber: CNN Indonesia