Awas Hacker Tembus WA, Polisi Harus Tangkap Pelakunya

img

 

Pakar keamanan siber dari CissRec, Pratama D Persadha mengatakan, adanya broadcoast yang menyebutkan, hacker sudah mulai masuk WA (WhatsApp) yang menempatkan video seks/porno, atau permintaan dana dengan berbagai alasan memakai nama anda pada teman-teman anda, tanpa anda mengetahuinya, jelas  bukan pekerjaan hacker. Tapi ada akun salah satu anggota grup yang ditake over oleh orang lain. Oleh karenanya yang bisa menggunakan akun orang lain tidak harus mengetahui ilmu hacker juga.

 

"Enggak harus tahu ilmu hacker juga (pelaku yang menggunakan akun lain). Ini juga kebodohan orang kalau sampai mau disuruh kirim video seks ke orang lain," ujar Pratama D Persadha kepada Harian Terbit, belum lama ini.

 

Menurutnya, pemilik WA pasti tidak mengetahui jika akunnya dipakai untuk mengirim video seks atau dipakai untuk meminta uang, karena akunnya sudah diambil alih oleh orang lain. Pemilik WA aslinya baru mengetahui jika ada korban yang menelpon. Karena ada nomor GSM aktif yang bisa ditelepon atau di SMS. Bukan WA call atau WA message.

 

Ditangkap

 

Pratama menegaskan, pihak yang memanfaatkan akun lain untuk mendapatkan keuntungan bisa ditangkap dan dijerat hukum. Pelakunya bisa ditangkap jika menggunakan nomor handphone yang bisa ditracking oleh aparat hukum. Masalahnya aparat penegak hukum serius atau tidak untuk memberantas kejahatan yang telah merugikan masyarakat tersebut.

 

"Kominfo serius nggak kalau kejahatan ini banyak merugikan masyarakat? Kalau pemerintah dan aparat serius, harusnya bisa menangkap penjahat-penjahat tersebut," tandasnya.

 

Pratama menuturkan, pelaku yang memanfaatkan akun orang lain biasanya dalam beraksi selalu berkelompok. Mereka spesialisasi menipu menggunakan HP, WA, dan lainnya untuk mengeruk keuntungan. Oleh karena itu saat ini bola ada di polisi dan Kominfo untuk segera menangkap pelakunya.

 

Pratama menilai para pelakunya belum ditangkap mungkin belum menjadi prioritas. "Dengan alasan mungkin menurut mereka masih banyak masalah yang lebih besar lagi. Atau mungkin nggak ada yang melaporkan. Tapi untuk lebih jelasnya mungkin bisa ditanyakan ke ahli hukum," jelasnya.

 

Siber Polri

 

Sementara itu, pegiat media sosial (medsos) Darmansyah mengatakan, sebenarnya untuk mencegah video porno masuk ke WA pribadi atau WA grup dipastikan pihak Kemenkominfo bersama Kepolisian mampu mencegahnya. Buktinya, pihak Kemenkominfo bersama Siber Polri baru-baru ini mampu melakukan patroli di grup-grup WA.

 

"Kalau Kemenkominfo dan Polri serius mau menangkap hacker, tentu mereka mampu. Sebab sepengetahuan publik, keberadaan hacker itu ada komunitas atau perkumpulannya. Tinggal diusut saja user hacker yang merusak atau merugikan pihak yang dirugikan," ujarnya.

 

Darmansyah menuturkan, dari memantau komunitas hacker, aparat hukum bisa mencari tahu oknum hacker yang melakukan pengrusakan atau merugikan masyarakat. Apalagi melakukan pengusutan atau penangkapan kejahatan melalui WA paling mudah untuk diusut. Pasalnya, setiap akun WA ada nomornya. Pastinya, setiap nomor HP didaftarkan melalui nomor 4444 yang dimiliki Kemenkominfo.

 

"Tinggal diusut siapa pemilik nomor tersebut dan keberadaannya. Jika pihak Kemenkominfo dan Polri mau mengusut kejahatan melalui akun WA atau nomor HP, sebenarnya sangat mudah. Persoalannya, mereka serius nggak untuk mengusut kasus seperti itu," tandanya.

 

Sumber: Harian Terbit