Laman Pendaftaran UTBK 2019 Belum Bisa Diakses Hingga Pukul 11.35

img

Laman pendaftaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2019 belum bisa diakses hingga Senin (4/3/2019) pukul 11.35 WIB. 

 

Situs web sempat ditutup pada Sabtu (2/3/2019) dan seharusnya bisa dibuka kembali pada Senin pukul 08.00 WIB pagi ini, sebagaimana dinyatakan Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT).

 

"Pendaftaran UTBK LTMPT ditutup dan akan dibuka lagi hari Senin, 4 Maret 2019 pukul 08.00 WIB," demikian disampaikan Ketua Pelaksana Eksekutif LTMPT Budi Prasetyo Widyobroto melalui keterangan tertulis yang diterima Tirto, Sabtu (2/3/2019).

 

Ketika dihubungi reporter Tirto pada Senin siang, call center LTMPT menyatakan,"Mohon maaf kami sedang sibuk."

 

Menurut Budi Prasetyo Widyobroto, situs web UTBK ditutup sementara karena masih terdapat kendala. Kendala pendaftaran UTBK 2019 yang dimaksud yakni permasalahan NPSN dan NISN serta sistem pembayaran H2H (Host to Host) ke bank mitra LTMPT.

 

Ketidaksiapan situs pendaftaran UTBK menerima ribuan pengunjung secara bersamaan dinilai sebagai kecerobohan pemerintah. Hal itu disampaikan pakar keamanan siber, Pratama Persadha.

 

Menurut Pratama, seharusnya pemerintah melakukan serangkaian uji coba dulu sebelum situs UTBK diluncurkan. Apalagi, kata dia, jumlah pendaftar UTBK bisa diperkirakan.

 

"Diuji berkali-kali dulu dengan stress test yang banyak," kata Pratama kepada reporter Tirto, Minggu (2/3/2019).

 

Menurut Pratama, LTMPT tinggal memperbesar bandwidth dan membuat unlimited traffic meter jika masalahnya adalah server down akibat tak bisa menampung banyaknya pengunjung. Namun, untuk memastikan penyebab utamanya perlu dilakukan audit digital forensik.

 

Ia memperkirakan jika ada 96 ribu pendaftar mengakses situs secara bersamaan, setidaknya dibutuhkan bandwidth dengan kapasitas minimal 1000 Mbps. "Kalau bisa dedicated connection. Bukan sharing."

 

Koordinator Nasional Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI) Ubaid Matraji juga menyesalkan ketidaksiapan situs pendaftaran UTBK. Ia menyarankan LTMPT selaku penyelenggara mengantisipasi hal inidengan menyiapkan ujian berbasis offline.

 

Sumber: Tirto