Disarankan Ada Tim Stand By 24 Jam

img

Matinya website pendaftaran Ujian Tes Berbasis Komputer Seleksi Bersama Perguruan Tinggi Negeri (UTBK SBMPTN) belakangan ramai menjadi perbincangan publik, termasuk sorotan pengamat.

 

Pakar IT Dari CissRec, Pratama Pershada mengatakan, ada banyak hal yang menjadi penyebab terjadinya down atau tidak dapat diaksesnya suatu website. Beberapa di antaranya karena traffic membeludak (viral effect), data center yang down, pemadaman listrik hingga hacker attack.

 

"Dalam kasus ini kemungkinan yang terjadi adalah karena viral effect, dimana layanan website down atau mati lantaran banyaknya traffic dan paparan yang masuk," jelasnya kepada INDOPOS, Senin (4/3/2019).

 

Kondisi seperti itu, lanjut Pratama, juga pernah dialami beberapa ecommerce besar di Indonesia. Sistem yang yang ada tidak mampu menampung ledakan pengunjung.  "Nah agar kondisi seperti ini tidak terulang, tentu perlu ada persiapan teknis yang lebih matang dan terencana. Ini di antaranya yang bisa dilakukan panitia UTBK adalah melakukan persiapan seperti penambahan kapasitas server, menyusun perencanaan pengembangan, dan sebagainya," ujarnya.

 

Menurut Pratama, dari segi persiapan penambahan kapasitas server, panitia UTBK dapat menggunakan kapasitas-kapasitas cadangan terkait dengan server. Sehingga jika ada lonjakan yang luar biasa tidak menyebabkan server menjadi down. Apakah hal tersebut akan menjamin bahwa tidak akan ada risiko? 

 

"Tentu saja ada. Karenanya, perlu disiapkan tim yang terus menerus stand by (24 jam, Red). Apabila terjadi apa-apa, tim tersebut dapat secara langsung mengatasi masalah dengan singkat," tandasnya.

 

Adapun dari segi perencananaan pengembangan, kata Pratama, ada baiknya untuk menghentikan pengembangan fitur-fitur sementara waktu. Ini karena penambahan fitur dapat berakibat terhadap hal-hal yang tidak diinginkan. "Pada intinya sebisa mungkin untuk menghindari risiko ketidakpastian dari penambahan fitur atau gangguan dari hal lainnya juga," pungkasnya. (dai) 

 

Sumber: Indopos