Inilah Metode Penyadapan yang Sering Digunakan oleh Para Penegak Hukum

img

Kejadian penyadapan memang bisa saja dialami oleh seseorang, apalagi saat ini sudah banyak video cara menyadap HP android. Selain itu ada aplikasi smartphonelogs yang dapat digunakan untuk menyadap seseorang.

Pada beberapa waktu lalu santer terdengar penyadapan yang terjadi tepatnya di Aceh, yakni pasca terjadi OTT oleh KPK. Mereka yang khawatir langsung memeriksa handphone-nya dan melakukan instal ulang, minimal yaitu dengan harga Rp 50 ribu.

Hal itu tentu merugikan, padahal sebenarnya sudah dikatakan bahwa penyadapan tidak bisa dilakukan secara bebas. Saat akan memeriksa target KPK, terlebih dahulu harus ada surat perintah penyelidikan. Kejadian ini tentu menegaskan bahwa banyak masyarakat yang tidak mengetahui bagaimana cara atau metode penyadapan yang dapat dilakukan. Dilansir dari Acehtrend, ada dua metode kerja penyadapan.

Salah seorang yang menjabat sebagai Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC, menjelaskan bahwa saat ini ada dua metode penyadapan yang bekerja, yaitu lawful interception dan tactical interception. Pada lawful interception, penegak hukum akan bekerja sama dengan provider yakni dengan memasang server dan juga sejumlah peralatan. Setelah itu nomor target dimasukkan ke dalam alat tersebut yang kemudian semua aktivitas dapat terekam.

Sedangkan untuk tactical interception dibagi menjadi tiga jenis, yaitu aktif (terbatas radiusnya), pasif (radius jauh), dan hybrid (kombinasi antara keduanya). Apabila menggunakan tactical interception aktif, maka tidak perlu memasukkan nomor target. Hal ini berarti semua yang masuk dalam radius, maka data pengguna akan terambil.

Bagi penegak hukum, penyadapan tidak bisa dilakukan begitu saja, saat akan melakukan penyadapan mereka harus meminta izin kepada pengadilan terlebih dahulu. Menurut dari laporan The Baltimore Sun, mereka pernah menjelaskan titik terang terkait dengan metode penyadapan yang digunakan oleh pihak berwajib.

Mereka menjelaskan bahwa pihak berwajib sering menggunakan perangkat bernama Stingray untuk melakukan penyadapan, yaitu sebuah alat khusus yang berfungsi seperti base tranciver system (BTS) palsu. Alat tersebut nantinya digunakan oleh polisi untuk menyadap percakapan telepon dan pesan teks yang dikirimkan oleh ponsel ke ponsel yang berada pada wilayah jangkauannya.

Sebenarnya informasi yang terkait dengan perangkat tersebut tidak boleh dibocorkan kepada masyarakat. Tetapi pihak kepolsian Baltimore, Amerika Serikat, pernah menyatakan kegiatan mereka saat melakukan penyadapan.

sumber:inkuiri