Modus Baru Pembobolan Rekening Lewat Sampah Struk ATM, Pakar Peringatkan Hal Ini saat Ambil Uang

img

Pengamat Keamanan Perbankan Pratama Dahlian Persada mengungkapkan modus pembobolan rekening bank melalui sampah struk ATM.

Dilansir TribunWow.com, hal itu disampaikan dalam acara Sapa Indonesia Malam di Kompas TV, Rabu (22/7/2020).

Sebelumnya terjadi pembobolan rekening di tiga bank daerah, yakni Bank Lampung, Bank Sultra di Kendari, dan Bank Sumsel yang dilakukan lima orang tersangka sejak 2018.

Pratama kemudian menjelaskan bagaimana modus pembobolan dilakukan.

Dalam struk bukti transfer di ATM, biasanya terdapat keterangan rekening penerima.

"Struk-struk itu ketika dikumpulkan, mendapatkan data nama dan nomor rekening, ini yang diolah pelaku. Kenapa diolah, karena dia membutuhkan data tambahan supaya bisa menguasai rekening tersebut," jelas Pratama.

Ia menjelaskan hal itu disebut dengan social engineering.

Pratama kemudian mengungkapkan bagaimana pelaku mendapat data nasabah.

"Salah satunya mungkin dia membeli data di internet. Kalau melihat di internet itu banyak sekali data yang dijual, mulai dari data nasabah bank, data pemilik deposito, data pemilik rumah mewah, bahkan data dari anggota klub golf," paparnya.

Pratama membenarkan data pribadi semacam itu bahkan dapat dibeli dari marketplace.

sumber:tribunnews