Hapus Aplikasi dan Permainan Pihak Ketiga di Facebook Agar Aman

img

87 juta data pengguna Facebook telah diambil dan diolah oleh Cambridge Anlytica. Kurang lebih 1.096.666 diantaranya adalah data pengguna Facebook tanah air. Fakta ini memunculkan kekhawatiran di tanah air, Kominfo sudah melayangkan surat panggilan kepada perwakilan Facebook untuk dimintai keterangan.

 

Diketahui Facebook tidak hanya mampu mengintip data kontak telepon penggunanya, bahkan juga bisa melihat isi percakapan pada Facebook Messenger. Dengan fakta ini publik kini mempertanyakan sejauh mana keamanan dan jaminan privasi Facebook, apalagi platform lain Whatsapp dan Instagram juga berada di bawah naungan Zuckerberg.

 

Sekarang adalah saat yang tepat bagi pemerintah untuk bersikap tegas pada Facebook. Bahkan Facebook dinilai sudah melanggar UU ITE dengan ancaman pidana 12 tahun penjara dan Kominfo diharapkan bisa bersikap tegas melindungi data masyarakat tanah air. Selanjutnya ini bisa menjadi pelecut agar Kominfo bisa tegas pada layanan yang tidak mengindahkan pentingnya regulasi data pribadi.

 

Facebook telah secara sadar membagi data mereka ke Cambridge Analytica dan satu juta orang data pengguna tanah air yang diambil bukan angka yang kecil. Ini adalah fenomena gunung es, saat masyarakat kita banyak menggunakan layanan asing dan datanya disalahgunakan.

 

Isu keamanan data pengguna sudah sejak lama dikritisi. Pemerintah bisa menggunakan momentum ini untuk mendesak Facebook membuka server di tanah air, karena ini sangat erat dengan keamanan data pengguna.

 

Sangat terbuka kemungkinan hal ini juga dilakukan aplikasi dan layanan internet lainnya. Karena itu pemerintah harus bekerja keras agar mereka ini bisa mematuhi aturan yang ada di tanah air. Membangun server di tanah air adalah kewajiban bagi perusahaan teknologi besar seperti facebook dan Google, apalagi mereka memanen begitu banyak data dari masyarakat.

 

Dalam kasus Facebook, sebenarnya pengambilan data dilaksanakan tersistematis. Salah satu pintu masuknya adalah para pengguna Facebook yang menggunakan aplikasi pihak ketiga untuk bermain kuis maupun game. Darisanalah Cambridge Analytica masuk dan mengambil data. 

 

Setting privasi relatif tidak berguna saat pengguna masih terhubung dengan layanan pihak ketiga di Facebook. Pengguna bisa masuk ke setting dan menghapus semua layanan pihak ketiga tersebut agar lebih aman.

 

Sejak 4 April lalu Facebook sudah mengeluarkan pernyataan, salah satunya adalah Facebook berjanji bahwa sejak 9 April 2018, di bagian atas news feed (atau beranda) akan muncul notifikasi aplikasi pihak ketiga apa saja yang dipakai pengguna facebook. Nantinya pengguna facebook bisa melakukan pilihan untuk menghapus pemakaian aplikasi tersebut pada akun masing-masing.

 

Selain itu Facebook juga mulai menghapus dan membatasi API (application Programm Interface) yang bisa diakses oleh aplikasi di Facebook. API pada grup, fan pages, facebook messenger dan Instagram hanya akan bisa diakses oleh aplikasi yang sudah mendapatkan persetujuan Facebook. Ini berarti developer lokal yang selama ini mendapatkan keuntungan dengan membangun berbagai tools optimasi Facebook juga harus mendapatkan approval terlebih dulu.

 

Salah satu yang sangat krusial adalah Facebook menghapus fitur searching yang selama ini bisa menggunakan nomor seluler ataupun email. Ini guna mengurangi praktek pengumpulan data oleh aplikasi pihak ketiga.