Kejahatan Skimming Sudah Diprediksi

img

 

Chairman CISSReC Pratama Persadha mengakui, kejahatan skimming pada ATM yang marak belakangan ini sudah diprediksi sejak dulu. Indonesia menjadi negara yang disasar oleh para pelaku. “Soalnya, secara default pengamanan fisik pada ATM di Indonesia masih sangat minim. Belum lagi wilayah dan sebaran ATM yang sangat luas,” tutur dia.

 

Dia mengungkapkan, mesin ATM di Tanah Air juga patut dikritisi karena sebagian besar masih memakai sistem operasi Windows XP yang sejak 2014 sama sekali tidak mendapatkan support keamanan dari Microsoft. “Ini tentu harus diperhatikan oleh perbankan di Indonesia,” tandas dia.

 

Edukasi pada setiap mesin ATM, menurut Pratama Persadha, juga harus lengkap, terutama terkait alat skimming. “Skimmer biasanya ditaruh di atas keyboard atau mulut kartu di mesin ATM. Masyarakat tinggal dipahamkan lewat poster yang besar di setiap ATM. Petugas keamanan pun harus dibekali kemampuan menjelaskan kepada masyarakat tentang praktik skimming,” papar dia.

 

Pratama menambahkan, kondisi perbankan di Tanah Air dari sisi teknologi keamanan masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah (PR). Buktinya, tidak ada satu pun perbankan nasional yang masuk 10 bank paling aman di Asia versi Global Magazine.

 

“Sebagian besar yang masuk terbaik dari Tiongkok, Hong Kong, Korea Selatan, dan Singapura,” tegas dia.

 

Salah satu aspek yang diperhitungkan, kata Pratama Persadha, adalah faktor keamanan siber pada sistem, juga keamanan ATM pada setiap perbankan. “Pemerintah dan DPR perlu menekan perbankan Tanah Air agar membangun sistem yang kuat untuk meminimalisasi terjadinya penarikan uang besar-besaran karena ketidakpercayaan pada keamanan sistem di perbankan,” ujar dia. (lm/az)

 

Sumber: Investor Daily