Peluang dan Tantangan Teknologi 5G

img

Pratama Persadha, chairman lembaga keamanan cyber (Communication and Information System Security Research Center/CISSReC), mengatakan, hadirnya teknologi 5G membuat akses internet akan menjadi lebih cepat. Hal ini tentu akan mendukung ekosistem internet Indonesia yang lebih berkualitas.

Hadirnya 5G akan semakin memudahkan berbagai aktivitas online, seperti transaksi ekonomi digital, e-commerce, IoT, pengelolaan data dalam jumlah yang banyak (big data), dan kota pintar (smart city).

“Berbagai inovasi dan kreativitas yang semula belum dapat diterapkan pada teknologi 4G, bisa saja akan mulai berjalan dengan dukungan teknologi 5G ini. Teknologi 5G dapat dikatakan menjawab kebutuhan masyarakat Indonesia akan akses internet yang lebih cepat,” kata Pratama kepada Investor Daily, Rabu (12/4).

Dia menilai, dari dukungan ekosistem di Indonesia, sekarang dapat dikatakan teknologi 5G memang belum siap. Sebab, pengembangan teknologi baru ini membutuhkan riset dan uji coba. Pengembangan infrastrukturnya pun membutuhkan biaya tinggi.

Selain itu, banyak perangkat yang masih belum mendukung untuk penggunaan 5G. Karena itu, pengembangan teknologi 5G ini harus dimulai dari sekarang, agar pada 2020 nanti semua ekosistem pendukung sudah benar-benar siap digunakan.

“Dukungan regulasi terkait penyelenggaraan 5G juga diperlukan agar tercipta persaingan bisnis yang sehat dan adil di antara operator telekomunikasi,” katanya.

Beberapa operator telekomunikasi sudah menyatakan kesiapannya dalam penggunaan teknologi 5G. Tinggal bagaimana ke depan kesiapan ini benar-benar dapat diaplikasikan.

Sementara itu, untuk 4,5G sudah dijalankan oleh beberapa operator. Karena pada dasarnya hanya modifikasi dari yang sudah ada, tidak membutuhkan infrastruktur baru.  (lm)