WhatsApp Bantah Kebocoran 500 Juta Data Pengguna

img

WhatsApp buka suara soal isu kebocoran 500 juta lebih data pengguna dari 84 negara di dunia.

Dalam keterangannya, WhatsApp membantah klaim bahwa kebocoran data yang beredar saat ini berasal dari platform mereka.

"Klaim yang ditulis di Cybernews didasarkan pada tangkapan layar yang tidak berdasar. Tidak ada bukti 'kebocoran data' dari WhatsApp,” kata seorang juru bicara WhatsApp, dilansir dari Business Today, Selasa, (29/11).

Dugaan kebocoran data ini pertama kali dibagikan di forum hacker, Breached.to. Dalam keterangan yang dibagikan oleh Cyber News, data-data ini dijual dengan harga beragam.

Data yang paling banyak bocor adalah dari negara Mesir sebanyak 45 juta data, Italia sebanyak 35 juta, Amerika Serikat 32 juta data, Saudi Arabia dengan 29 juta data dan lainnya.

Dalam penyelidikannya, sekitar 800 nomor ponsel yang dibagikan sebagai sampel disebut merupakan nomor pengguna yang valid. 

Dari keterangan salah satu pengamat siber asal Indonesia dari CISSReC, Pratama Persadha mengungkapkan kemungkinan para hacker mengumpulkan data dari platform ini.

“Saat ini, diyakini bahwa 500 juta data pengguna WhatsApp diambil dengan cara web harvesting atau web scraping, yang melibatkan penggunaan tools otomatis untuk mengumpulkan informasi dari situs tertentu yang melanggar persyaratan layanan WhatsApp,” kata Pratama saat ditanya Uzone.id, Senin, (28/11).

Melihat kemungkinan bahwa data-data yang disebar adalah valid, para pengamat siber meminta pengguna aplikasi untuk berhati-hati ketika mendapatkan pesan, tautan atau panggilan dari nomor negara asing yang tak dikenal.

sumber:uzone.id