Jerinx Ditahan Lagi, Pakar Singgung Rendahnya Literasi Digital di Indonesia

img

Musisi I Gede Ari Astina alias Jerinx telah ditahan atas kasus dugaan pengancaman melalui media elektronik terhadap pegiat sosial Adam Deni. Ia ditahan selama 20 hari ke depan di Rumah Tahanan (Rutan) Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya, Jakarta.

Pakar keamanan siber, Pratama Persadha menyesalkan kejadian tersebut. Dia diketahui melanggar Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan dijerat pasal 29. Jerinx sebelumnya pernah terjerat Undang Undang ITE terkait penghinaan terhadap organisasi profesi dokter.

“Peristiwa tersebut sangat disayangkan dan seharusnya tidak terjadi di ranah wilayah internet Tanah Air,” kata Pratama melalui gawai, Jakarta, Kamis (2/12/2021).

Ia kemudian menyinggung soal literasi digital di Indonesia jelas masih sangat rendah, karena secara formal kurikulum siber belum masuk dalam dunia pendidikan.

“Misalnya, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan di internet. Lalu bagaimana mendorong peserta didik menjadi individu produktif di wilayah siber, ini tidak ada sama sekali,” tutur Pratama.

Sehingga masyarakat, dari kalangan kawula muda hingga orang dewasa semuanya belajar sendiri dalam memasuki wilayah siber. Tak jarang pengaruh media sosial terkadang berdampak negatif.

“Bagi yang muda tanpa literasi mereka bisa bebas mengakses konten negatif. Lalu mengakses berbagai web streaming ilegal, yang meningkatkan risiko keamanan perangkat mereka,” imbuh Pratama.

Bahkan sebagian pengguna media sosial ada yang menelan suatu informasi, tanpa pengecekan kembali apakah informasi tersebut benar atau tidak.

“Bagi orang dewasa sendiri menganggap apapun yang muncul dari layar smartphone, dianggap sebagai sesuatu yang benar-benar ada dan juga dianggap benar,” imbuhnya.

Saat ini, tugas pemerintah ialah untuk mendorong agar edukasi siber tersebut masuk kurikulum pendidikan. Juga ada edukasi khusus, bagi para orang yang sudah berumur dan bukan bagian dari native teknologi.

“Kita perlu kurikulum berinternet yang sehat dan sosialisasi sampai ke bawah,” usul Pratama.

Atas kasus pengancaman Jerinx dijerat dengan pelanggaran pasal 335 KUHP dan Pasal 29 UU ITE Juncto pasal 45 B UU 19 Tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik.(dan)

sumber:indoposco